Saturday, 12 January 2013

Seminar Technopreneurship


Seminar Technopreneurship
Menciptakan Wirausaha Baru dari Civitas Akademika dan Masyarakat Umum


Dalam rangka mensukseskan program pemerintah yang menargetkan jumlah wirausahawan di Indonesia mencapai 2% dari jumlah penduduk dan mengimplementasikan visi Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta “Menjadi Fakultas Teknik Unggul Tingkat Nasional dalam Mencetak Sarjana Teknik yang Profesional, Berakhlak Mulia dan Berjiwa Wirausaha”, maka Lembaga Pengembangan Bisnis Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta (LPB FT-UMJ) menyelenggarakan Technopreneurship Festival 2012.


Technopreneurship Festival 2012 merupakan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan oleh Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta dimana civitas akademika, stake holder dan masyarakat umum terlibat didalamnya. Technopreneurship Festival 2012 ini dilaksanakan secara berkesinambungan melalui kegiatan-kegiatan seperti Seminar, Pelatihan dan Workshop, Talkshow, Evaluasi dan Pemetaan, Program Berkelanjutan, Festival dan Pendampingan. Kegiatan-kegiatan tersebut harus dilakukan secara berkesinambungan karena jiwa entrepreneur dapat ditumbuhkan melalui kegiatan yang berkelanjutan. Tema yang diangkat pada Technopreneurship Festival 2012 ini adalah : “Membangkitkan masyarakat wirausaha baru dengan Technopreneurship Festival 2012”.
Bertempat di Auditorium Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta, Sabtu, 28 April 2012, Lembaga Pengembangan Bisnis Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta (LPB FT-UMJ) yang berada dalam naungan Fakultas Teknik`UniversitasMuhammadiyah Jakarta 

 
menyelenggarakan Seminar Technopreneurship dengan tema ”Menciptakan Wirausaha Baru dari Civitas Akademika dan Masyarakat Umum”. Seminar ini merupakan kegiatan pembuka sebagai langkah awal dimulainya seluruh rangkaian kegiatan pada Technopreneurship Festival 2012. Bertindak sebagai Master of Ceremony pada seminar Technopreneurship ini Kepala HUMAS FT UMJ, Bapak Wafirul Aqli, ST yang memulai acara dengan mengajak peserta seminar untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah, dilanjutkan dengan kata sambutan dari Ketua LPB FT UMJ, Bapak Ir. Ashadi, M.Si, kemudian kata sambutan dari Dekan FT UMJ, Ibu Ir. Hj. Mutmainah, S.Sos, MM, selanjutnya kata sambutan dan pembukaan Seminar Technopreneurship oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta Ibu Prof. Dr. Hj. Masyitoh, M.Ag.

Bapak Alfito Deannova, presenter dan Anchor News pada sebuah televisi swasta nasional yang menjadi moderator Seminar Technopreneurship ini menjelaskan, “Bahwa sudah saatnya para mahasiswa dan masyarakat umum untuk mulai memikirkan untuk menjadi wirausahawan baru karena bagaimana pun juga jauh lebih menyenangkan ketimbang menjadi karyawan”.
Sesi pertama Seminar Technopreneurship ini disampaikan oleh Tenaga Ahli Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia, Bapak Dr. Hermawan Saputra, SKM, MARS, dengan topik “To Be Technopreneur” yang membahas dari sudut pandang kebijakan pemerintah dan kesiapan untuk menggali potensi diri sebagai bekal dan persiapan yang harus dimiliki untuk menjadi Technopreneur.


Seminar sesi kedua disampaikan oleh Pakar Ekonomi, Bapak Prof. Dr. Didik J. Rachbini yang membahas dari sudut pandang keilmuan. Sesi ketiga Seminar Technopreneurship disampaikan oleh Direktur KLIND, Bapak Ir. H. M. Kosasih, MM dengan topik “Mendorong Terbentuknya Wirausaha Baru dari Kalangan Akademisi dan Masyarakat Umum” membahas 

tentang memacu semangat berwirausaha untuk menjadi 

seorang Technopreneur yang mengembangkan bisnisnya berdasarkan kehandalannya dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai basis bisnisnya. Berwirausaha berarti adalah ibadah dan dakwah dengan mencontoh kepada suri tauladan Nabi Muhammad SAW sebagai pedagang.
Acara Seminar Technopreneurship dihadiri dari berbagai kalangan, mulai dari pelaku usaha, ibu rumah tangga, pemuda karang taruna, karyawan swasta, dosen, dan mahasiswa. Seminar Technopreneur ini mendapat dukungan sponsor dari Bank Syariah Mandiri. 

Para peserta Seminar Technopreneurship yang terpilih berdasarkan isian Form Aplikasi yang telah diisi oleh para peserta dan telah di review oleh para reviewer, selanjutnya akan mengikuti kegiatan Pelatihan dan Workshop sebagai rangkaian kegiatan berkesinambungan Technopreneurship Festival 2012 karena jiwa entrepreneur dapat ditumbuhkan melalui kegiatan yang berkelanjutan.

Pihak Fakultas Teknik dan Lembaga Pengembangan Bisnis Universitas Muhammadiyah Jakarta berharap bahwa Seminar Technopreneurship yang telah dilaksanakan dapat menjadi langkah awal dimulainya seluruh rangkaian kegiatan Technopreneurship Festival 2012 dalam upaya mendukung program pemerintah menciptakan wirausaha baru dan pencapaian visi Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta “Menjadi Fakultas Teknik Unggul Tingkat Nasional dalam Mencetak Sarjana Teknik yang Profesional, Berakhlak Mulia dan Berjiwa Wirausaha”.



Walaupun sekarang belum mulai. I Hope , Once a time , I can be Successfull Enterpreneur . Amin Ya Robbal alamin.

Jakarta, 3 Maret 2013..Diambil dari www.ftumj.ac.id.





Friday, 12 October 2012

30 Tahun harus sukses

Seorang yang bermotivasi tinggi , kemarin sore berkata pada saya : Sebuah musibah jika umur 30 tahun belum jadi apa-apa.
Pembicaraannya sangat memotivasi, Aku ingat beliau memulai karir dari D3 lalu lanjut ke S1 dan sekarang sedang S2.
I Belive That I can do it

Saturday, 15 September 2012

Menurunkan Kemacetan di Jakarta dengan Mencari Root Case-nya

Sebagai orang yang sudah empat tahun tinggal di Jakarta, dan sudah memiliki KTP DKI Jakarta saya merasa memiliki kota ini. Sebuah kota tercinta yang menjadi saksi perjalanan hidupku untuk menggapai kesuksesan. Sebuah Daerah Khusus Ibukota Jakarta, yang telah menjadi Ibukota dari Negara Republik Indonesia selama lebih dari setengah abad. Sebuah kota yang telah berganti nama dari Sunda Kelapa menjadi Jayakarta menjadi Batavia menjadi Jakarta. Kota yang sungguh banyak menjanjikan mimpi manis bagi hampir semua penduduk Indonesia. Tak Lengkap rasanya jika tinggal di Indonesia namun tidak pernah datang ke Ibukota Indonesia, Daerah Khusu Ibukota Jakarta.

Namun setelah saya amati, sebagai provinsi VVIP ( Very-Very Important Province ) di Indonesia, DKI Jakarta memiliki masalah yang sangat krusial terkait kemacetan , dimana kemacetan ini sudah sangat parah dan  berdampak negatif bagi penduduk Jakarta sendiri. Dimana karena kemacetan telah banyak menguras energi ( Bahan Bakar Minyak ), waktu yang sangat berharga bahkan kesehatan yang berdampak pada kesehatan organ dan tubuh pengguna jalan yaitu karena terpapar polutan negatif seperti gas buang kendaraan yang mengandung zat berbahaya seperti Seng, Karbondioksida dan lain-lain.

 Langkah-langkah dari pemerintah untuk mengurangi kemacetan sudah dilakukan  namun sepertinya kurang ampuh untuk menghilangkan kemacetan yang mengganggu tersebut. Oleh karena itu jika suatu hari saya terpilih sebagai Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta akan saya jalankan beberapa program–program untuk mengurangi bahkan menghilangkan kemacetan di Ibukota tercinta dengan menganalisa faktor penyebab kemacetan yang terdiri dari tiga aspek yaitu : Faktor Manusia, Faktor Lingkungan ( Jalan dan Infrastruktur ), dan Faktor Mesin ( Kendaraan ). Adapun penjabarannya sebagai berikut :

  • 1)      Fakor  Manusia:
Faktor manusia menjadi salah satu faktor parahnya kemacetan di Jakarta, karena hal sebagai berikut :
  • 1.      Pengguna Jalan tidak disiplin (sopir  angkot berhenti sekehendaknya ) tanpa melihat rambu-rambu.
  • Perbaikan dari hal tersebut adalah Pemda DKI Jakarta harus segera membuat Perda untuk memberikan time line ( waktu perputaran ) angkot agar angkot berjalan lancar dan tidak “ngetem” sehingga tidak ada lagi keterlambatan, kemacetan karena angkot “ngetem “  dan menghilangkan ketidaknyamanan dari penumpang angkutan umum sehingga dengan kualitas pelayanan angkot yang baik diharapkan masyarakat akan senang menggunakan angkot dan menggunakan mobil pribadinya hanya ketika libur.
  • 2.      Pembuat UU kurang maksimal dalam membantu pengentasan kemacetan misalkan seharusnya Legislatif membuat UU untuk pemakaian kendaraan maksimal adalah 10 tahun.
  • Perbaikan dari hal tersebut adalah dengan segera mungkin Pemda DKI dan DPRD Dki Jakarta membuat perda untuk membatasi waktu penggunaan mobil yaitu 10 tahun. Hal ini akan sangat banyak sekali mengurangi jumlah mobil di Jakarta yang sudah kurang layak pakai dan karena dengan berkurangnya jumlah mobil maka kemacetan akan berkurang.
  • 3.      Aparat Penegak Hukum ( Polantas kurang banyak ), polisi lalu lintas seringnya berada di jalur padat dan tidak sebanding dengan volume pengguna kendaraan.
  • Perbaikannya adalah dengan menambah jumlah Polantas , hal ini diperlukan karena sebagian besar masyarkat akan takut melanggar lalu lintas jika ada polisi. Jika masalah lalu lintas lancar maka kemacetan akan berkurang.
  • 4.      Tidak adanya pemimpin yang berani memberikan contoh untuk menggunakan kendaraan umum.
  • Perbaikannya adalah pemimpin ( pemerintah ) harus menggunakan transportasi umum dan membatasi penggunaan mobil dinas, dengan berkurangnya penggunaan  mobil dinas makan jumlah kemacetanpun berkurang.
  • 5.      Orang di Jakarta masih egois dengan suka menggunakan mobil pribadi  , hal ini tidak bermasalah jika digunakan sesuai kapasitas tempat duduk di mobil , namun jika dipakai sendiri dimana orang duduk dimensi panjangnya 1 meter, tapi karena menggunakan mobil pribadi sehingga mengurangi panjang jalan, estimasinya sebagai berikut : dimensi mobil - panjang manusia duduk = 2,4-1=1.4 meter. Terjadi mubazir jalan sepanjang 1,4 meter. Coba kita kalkulasikan 1,4 x banyaknya mobil di Jakarta.
  • Perbaikannya adalah Pemda DKI Jakarta dengan segera membuat Perda agar dilakukan pembatasan penggunaan mobil pribadi yang tidak ditumpangi minimal 4 orang atau sampai penuh ( 8 kursi ). Dengan mengimplementasi hal ini maka kemacetan akan berkurang karena mobil pribadi jumlahnya berkurang di jalanan.
                                                                                                                         
  • 2)      Faktor Lingkungan ( Environtment ) :
  • Faktor Lingkungan juga sangat mendukung kemacetan di Jakarta menjadi semakin parah, berikut faktor penyebab kemacetan dari segi lingkungan :
  • 1.      Infrastruktur jalan kurang memadai ( panjang jalan tidak sebanding dengan volume kendaraan yang berputar di Jakarta) .
  • Perbaikannya adalah dengan segera Pemda DKI melakukan perhitungan antara kapasitas mobil yang melintas di jalanan ibukota dengan panjang jalan di Jakarta sehingga akan diketahui seberapa panjang jalanan ibukota yang ideal untuk mengurangi kemacetan.
  • 2.      Jalan ibukota banyak yang rusak, berlubang dan jika hujan jalan banjir.
  • Perbaikannya adalah Departemen Pekerjaan Umum DKI harus membuat deadline untuk menindaklanjuti jalan mana yang rusak dan segera memperbaikinya, maksimal 3 hari. Hal ini sangat membantu mengurangi kemacetan di Jakarta.

  • 3)      Faktor Mesin ( Kendaraan ):
  • Berikut faktor penyebab kemacetan dilihat dari segi machine :
  • 1.      Meledaknya populasi kendaraan, Mobil-Mobil tua masih beroperasi maksimal 10-15 tahun sudah dilarang beroperasi sepereti di luar negeri ( seperti di Jepang dan Singapura dll ).
  • Perbaikannya adalah Pemda DKI harus melakukan pembatasan penggunaan mobil pribadi dan angkutan umum dengan mengeluarkan Perda “penggunaan mobil maksimal 10 tahun”.
  • 2.      Minimnya moda transportasi yang aman dan nyaman, sehingga orang lebih nyaman menggunakan mobil pribadi.
  • Salah satu sebab orang tidak suka memakai transportasi umum adalah faktor kenyamanan dan keamanan oleh karena itu keamanan di angkutamn umum harus ditingkatkan agar masyarakat bersedia beralih dari mobil pribadi ke angkutan umum.
  • 3.      Kurangnya maksimalisasi transportasi, misalkan : Sungai di Jakarta harusnya dikeruk dan di jadikan alternative transportasi ( perahu ) seperti di kota Venezia Italia.
  • Perbaikannya adalah Pemda DKI harus berani membuat ide membuat sungai menjadi jalan air untuk perahu-perahu sehingga dapat menjadi alternatif  transportasi  selain angkot atau busway. Saya berikan contoh seperti di Jalan Yos Sudarso ketika pagi, ketika siang, ketika sore transportasi di jalan tersebut sangat ramai dan di samping jalan tersebut terdapat sungai Kali Sunter yang lebarnya tidak jauh berbeda dengan lebar jalan Yos Sudarso. Dan panjangnya juga terbentang dari Plumpang sampai Cempaka Mas. Jika sungai tersebut dipakai untuk jalan air yaitu perahu dan digunakan untuk sarana transportasi maka akan ada dua nilai tambah yaitu : Pemda DKI mampu mengurangi kemacetan di Jalan Yos Sudarso di satu sisi mampu menciptakan kebersihan di Sungai tersebut. Dan hal ini dapat diterapkan di sungai-sungai lain yang mengakir di DKI Jakarta.
  • 4.      Belum berjalannya MRT ( Mass Rapid Transportasi ) / kereta bawah tanah seperti di Singapura.
  • Perbaikannya adalah dengan segera Pemda DKI membuat masterplan pembuatan MRT dan segra direalisasikan  walaupun banyak Pro dan Kontra.
  • 5.      Belum adanya sistem Monorail seperti di Kuala Lumpur Malaysia.
  • Perbaikannya adalah dengan segera Pemda DKI merealisasikan pembuatan Monorail,jangan hanya wacana.
  • 6.      Di tengah teknologi digital seperti sekarang , seharusnya Jakarta memiliki sistem pengaturan dan perhitungan lampu merah yang bagus, serta manajemen penanggulangan kemacetan yang baik melalui penggunaan komputer yang terpusat.
  • Perbaikannya adalah Pemda DKI harus mengumpulkan para pakar Informatika untuk membuat Sistem Manajemen Lalu Lintas untuk mengurangi kemacetan di DKI Jakarta.
Dari berbagai pemikiran saya tersebut , intinya adalah bagimana cara mencari problem dan penyebab mengapa terjadi kemacetan lalu lintas yang sangat parah di Jakarta dan harus dicarikan win-win solution-nya, diberikan solusi serta jalan keluarnya. Semoga pemikiran saya dapat tersampaikan dan dapat direalisasikan dengan mengikuti lomba penulisan esai ini. Dan seandainya bisa, suatu hari saya ingin menjadi Gubernur DKI Jakarta.