InsyaAlloh siap membimbing putra putri Bapak/ibu agar faseh membaca Al-Qur'an sesuai Ghorib dan Tajwid.
Kelas dimulai dari Jilid 1 s/d Jilid 6, Ghorib Musykilat dan Tajwid.
Ditambahkan pula hafalan doa-doa harian.
Hafalan Juz Amma ( Juz 30 ).
InsyaAlloh saya siap membantu Bapak/Ibu mengajarkan anak agar bisa membaca Al-Qur'an.
Minat ?
Hubungi 087884199511-Pin BB 75A96F5A
Sukses Dunia & Akhirat is my destination. " Terus menempa diri untuk menjadi manusia yang sukses, Karena Orang sukses tidak harus pintar, tapi mereka memiliki mimpi yang besar, mereka menjadi pintar seiring perjalanan.
Saturday, 12 April 2014
Privat Mengaji Membaca Al-Qur'an untuk anak-anak dengan metode Qira'ati
Monday, 7 April 2014
Seribu Satu Jalan Menuju Mekkah dan Madinah, Baitulloh Saya Datang
| Allah
swt yang telah memerintahkan kita untuk berhaji dan ber-umroh, tentulah
juga memberi berbagai cara agar kita bisa melaksanakannya. Asalkan kita
punya kemauan, berusaha secara optimal dan kreatif dalam menemukan
cara-cara tsb. Dimana ada kemauan disitu ada jalan.. 1. Nabung Haji & Umroh Ini ide kreatif mitra Afitour di Makasar Ibu Yuliana Yusuf, beliau sebagai pedagang kerudung hijab di Pasar Butung Makasar, mengajak teman-temannya sesama pedagang untuk menabung Rp.50.000 per hari bagi pedagang pasar yg cukup ramai pembeli tentu menabung 50rb perhari tidaklah berat, dengan perhitungan 50rb x 30 = 1,5juta maka dalam waktu 1 tahun sudah terkumpul uang 18 jutaan dan sudah cukup untuk umroh jika kurang bisa ditambahkan sedikit lagi. 2. Dana Talangan Bank Bagi karyawan dengan gaji minimal Rp 2juta/bulan bisa memanfaatkan Dana Talangan Umroh yg disediakan Bank Syariah, dengan syarat membayar DP Umroh ke Afitour sebesar 2,8 juta sisa biaya di talangi Bank, dan Anda sudah bisa berangkat Umroh, nah setelah pulang Umroh Anda tinggal mencicil angsuran Bank yg berkisar Rp.600rb - 700rb /bln selama 2 tahun. (kayak cicil motor) 3. Ajak orang Anda dapat GRATISAN (Cara Ustadz) Dengan mereferensikan orang atau mengajak orang lain umroh ke Afitour maka Anda bisa Gratis Umroh bahkan dapat menghasilkan penghasilan rutin mingguan 2-8 juta. Dan ini juga yg saya lakukan... tugas Anda adalah mempromosikan kepada sebanyak-banyaknya orang dan mungkin dari sekian banyak orang yg Anda tawarkan ada yg tertarik untuk Umroh bersama Sahrul Gunawan (Afitour), nah dari setiap orang yg Anda refrensikan Anda mendapatkan bagi hasil atau komisi dari perusahaan sebesar Rp.1 juta/jamaah. Inilah bentuk kerjasama yg saling menguntungkan (simbiosis mutualisme) yaitu di satu pihak Anda bisa Umroh Gratis di pihak lain yaitu Afitour mendapatkan calon jamaah baru yg berangkat umroh melalui Anda. Jika Anda mau mengajak 2 orang saja per minggu maka hanya butuh waktu 7 minggu saja, Anda sudah bisa Umroh Gratis dari total komisi yg Anda terima. Keterangan lebih terinci silahkan datang dan mengikuti training calon Mitra Afitour yg di adakan setiap Hari Jum'at jam 14.00 di Kantor Afitour JL RS Fatmawati No.4C Jak-Sel dan langsung bisa bertemu Sahrul Gunawan dan juga para staf dan managemen Afitour.. Atau dapat menghubungi saya : Sukron Munawar di nomor berikut : (XL) : 087884199511 (simpati) : 082111954337 (WhatsApp) : 089652893373 Pin BB : 75A96F5A fanspageFb : Afitouronline Website : www.afitouronline.com |
Pengumuman Grand Launcing ODOJ 5 Mei 2014 di Masjid Istiqlal
Kominex 110/04/04/2014
Tanggal : 4 April 2014
Perihal. : Informasi Grand Launching ODOJ
Tujuan. : Member ODOJ
(63G8T1yYvmtRm3ymJemnvSXWmp5u!NVlm)
###############################
Assalamu'alaikum wr wb.
Para ODOJers Yth,
Berkaitan agenda besar kita, Grand Launching ODOJ 4 Mei 2014,
Ada beberapa hal yg perlu panitia informasikan,
(1). Acara akan dimulai pada pukul 07.30. Peserta diharapkan sudah hadir pada pkl 07.00.
(2). Semua Odojers diundang sebagai peserta acara GL. Dan agar memudahkan panitia menyiapkan jamuan, mohon rekan-rekan untuk mendaftar melalui admin grup masing-masing.
(3). Untuk memudahkan sesi tilawah Rekor MURI pada kategori "Membaca Al-Quran Serentak Terbanyak", dimohon kepada rekan-rekan agar berkenan membawa mushaf Al-Quran.
(4). Karena acara kita akan disiarkan langsung oleh TVOne melalui Program Live 'Damai Indonesiaku', dihimbau kepada hadirin untuk mengenakan pakaian dengan atasan berwarna putih, atau bernuansa putih. Bawahan bebas.
(5). Setiap peserta tidak diperkenankan utk makan/minum di Ruang Utama (Ruang Shalat) dan balkon Istiqlal.
(6). Panitia mempersilakan para peserta untuk makan siang di sepanjang koridor atau di taman Masjid Istiqlal. Makan siang in syaa Allah akan disediakan oleh panitia, dan dimohon pkl 12.30 seluruh peserta sudah berkumpul kembali di Ruang Utama untuk mengikuti sesi Taushiyah On Air.
(7). Setiap kali ada acara besar di Istiqlal, banyak pedagang kantong plastik utk menyimpan sandal/sepatu. Rekan-rekan dapat membeli itu seharga Rp2.000,- dan membawa sandal/sepatu yg sdh dimasukan kantong plastik ke ruang shalat. Sekalipun tidak terlalu urgen, namun cara ini efektif utk mempercepat akselerasi peserta ke lokasi acara.
(8). Bagi rekan-rekan yang berada di Luar Kota dan berencana menuju Istiqlal via Bandara Soekarno-Hatta, kami infokan jarak Bandara ke Istiqlal adalah sekitar 1 jam pada waktu weekend normal, kecuali ada insiden.
Mohon sesuaikan waktu perjalanan ini dengan jadwal flight Anda.
Dari Bandara rekan-rekan dapat menggunakan fasilitas Bus Damri Jurusan St.Gambir (>Rp 30.000,-) dan turun di perhentian akhir St.Gambir. Jalan kaki sekitar 7-10 menit menuju Istiqlal via pintu al-Fattah/depan kathredal
(9). Bagi rekan-rekan luar kota yg naik kereta melalui St.Gambir, rekan-rekan bisa jalan kaki menuju gerbang utama Istiqlal pintu al-Fattah sekitar 7-10 menit.
(10). Bagi rekan-rekan luar kota yg naik kereta melalui St.Senen, bisa melanjutkan perjalanan dengan Bus Transjakarta/busway jurusan Harmoni atau Kalideres (Rp 3.500,-), turun di Halte Juanda (satu halte setelah halte Istiqlal). Atau naik Ojek sekitar Rp15.000
(11). Bagi rekan-rekan luar kota yg naik kereta via St.Juanda, rekan-rekan bisa langsung jalan kaki menuju Istiqlal via pintu Assalam.
(12). Acara kita cukup padat, dan melihat rangkaian acara, nampak agak sulit untuk bertemu sahabat2 satu grup pada waktu acara berlangsung.
Namun demikian, rekan2 bisa 'kopidarat/silaturrahim' dgn sahabat2 satu grup selepas acara selesai. Yakni pkl 15.05.
(13). Setiap kali ada acara besar di Istiqlal, tdk sedikit pengemis/anak jalanan yg masuk ke area di depan masjid. Tanpa bermaksud mengurangi hormat atas kedermawanan rekan-rekan, kami infokan bahwa Pemprov DKI telah mengeluarkan aturan yg melarang memberikan sumbangan kpd pengemis/anak jalanan krn membuat mereka tdk mau dibina di rumah2 sosial utk diajari keahlian. Rekan2 tetap bisa menyumbang melalui lembaga2 resmi yg dapat dipercaya.
(14). Agar berita tentang GL ini terus bergelombang di dunia maya, pada acara GL Nanti, akan diadakan 3 perlombaan:
(a) GL ODOJ Photo Contest
(b) GL ODOJ Video Contest
(c) GL ODOJ Writing Contest.
Siapkan kamera dan ballpoint Anda, ketentuan lomba akan diumumkan pada hari H.
(15). Mohon doa dari rekan2 sekalian. Semoga Allah memberikan kelancaran pd acara akbar ini. Dari sini kita memulai utk menyeru Indonesia agar mencintai Al-Quran, pd momen itu qt bs saling bersilaturrahim, pd momen itu kita berbagi rindu dan mahabbah. Panitia amat meyakini, doa dari ahlul Quran sangat mustajab. Mohon doakan agar acara ini l[truncated by WhatsApp]
Saturday, 5 April 2014
Cara Menyayangi Pasangan
Kalau kita benar-benar merasa sayang kepada pasangan...
Bikin ia tersenyum.
Bukan malah membuatnya menangis.
Bikin ia bahagia.
Bukan malah membuatnya bersedih.
Bikin ia mulia.
Bukan malah menjerumuskannya.
Bikin ia berpegang teguh pada Agama.
Bukan malah merusak agamanya.
Bikin ia merasa nyaman saat bersama.
Bukan malah membuatnya marah.
Bikin ia tenteram jiwanya.
Bukan malah menyiksa batinnya.
Bikin ia semangat hidupnya.
Bukan malah membuatnya putus asa.
Bawa ia bersama ke Baitulloh.
Bukan cuman sekedar ke Ragunan..
Hehe, ini serius lho..
Kebahagiaan ada di hatimu, ini hanya soal bagaimana anda mengolah rasa dan fikiran agar jadi bahagia.. bersama dia dengan segala kekurangan dan kelebihan..
Salam Sukron Munawar
Www.afitouronline.com
Hal Yang Terberat, Apakah itu wahai sahabatku ?
Oleh : Ustadz Jafar Salih حفظه الله تعالى
Perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke mesjid.
Buktinya banyak orang kaya raya tidak sanggup mengerjakannya.
Jangankan sehari lima waktu, bahkan seminggu sekali pun terlupa.
Tidak jarang pula seumur hidup tidak pernah singgah kesana.
Perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke mesjid. karena orang pintarpun sering tidak mampu menemukannya.
Walaupun mereka mampu mencari ilmu hingga kuliah di Universitas Eropa atau Amerika, dapat melangkahkan kaki Ke Jepang dan Korea, dengan semangat yang membara.
Namun ke mesjid tetap saja perjalanan yang tidak mampu mereka tempuh walau telah bertitel S3.
Perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke mesjid. Karena para pemuda kuat dan bertubuh sehat yang mampu menaklukkan puncak gunung Bromo dan Merapi pun sering mengeluh ketika diajak ke mesjid.
Alasan mereka pun beragam, ada yang berkata sebentar lagi, ada yang berucap tidak nyaman dicap alim.
Perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke mesjid.
Maka berbahagialah dirimu bila dari kecil engkau telah terbiasa melangkahkan kaki di mesjid.
Karena bagi kami, sejauh manapun engkau melangkahkan kaki, tidak ada perjalanan yang paling kami banggakan selain perjalananmu ke mesjid.
Biar kuberi tahu rahasia kepadamu, sejatinya perjalananmu ke mesjid adalah perjalanan untuk menjumpai Rabbmu. Dan itulah perjalanan yang diajarkan oleh Nabi, serta perjalanan yang akan membedakanmu dengan orang-orang yang lupa akan Rabbnya.
Perjalanan terjauh dan terberat itu adalah perjalanan ke mesjid. Maka lakukanlah walau engkau harus merangkak dalam gelap shubuh demi mengenal Rabbmu.
www.afitouronline. com
www.sukron-munawar.blogspot.com
Thursday, 3 April 2014
SELAMA 17 TAHUN TINGGAL DI KUBURAN
Bismillaahir Rahmaanir Rahiim...
Pernahkah Anda mengetahui kisah ini ?
Kisah seorang pemuda yang hidup selama 17
tahun dalam kuburan?
Anda mungkin mengira bahwa ia tinggal di daerah
dekat kuburan.
Tidak! Dia tidak tinggal di daerah dekat kuburan,
tapi ia tinggal di dalam kuburan itu sendiri.
Bagaimana kisahnya?
Anda mungkin tidak akan mempercayai kisah ini,
karena pemuda ini lahir dari keluarga berada.
Ayah dan Ibunya orang yang terpandang dan
memiliki kekayaan yang berlimpah.
Dalam pandangan masyarakat sekitar, kedua
orang tua ini adalah orang tua yang sempurna,
namun orang hanya bisa menilai apa yang
tampak.
Orang-orang tidak tahu bahwa kedua orang tua
terpandang inilah yang memasukkan anaknya ke
dalam kuburan,
dan menjalani hidup selama 17 tahun di dalam
kuburan!
Setiap hari, sang anak makan, minum dan tidur di
dalam kuburan, yang penuh kegelapan.
Sang Anak juga hanya bisa menjalani apa yang
diberikan kedua orang tuanya, tanpa perlawanan.
Menjelang ulang tahun pemuda itu yang ke-17,
orang tuanya berjanji akan mengabulkan apa pun
permintaan si pemuda sebagai hadiah ulang
tahunnya.
Sang pemuda berpikir, inilah saatnya dia akan
mengajukan permintaannya,
ia tidak ingin lagi tinggal di kuburan, tapi apakah
orang tuanya benar-benar akan mengabulkan
permintaannya?
Hari itu pun tiba. Sang pemuda berulang tahun
yang ke-17.
Kedua orang tuanya datang menghampiri dan
menanyakan hadiah apa yang ia inginkan.
Sang pemuda menjawab, “Ayah, Ibu… saya tidak
meminta banyak, saya hanya minta satu hal.”
“Apa, Nak? katakanlah, Ayah dan Ibu pasti akan
mengabulkan permintaanmu”
“Ayah dan Ibu berjanji?”
“Tentu, Nak. Ayah dan Ibu berjanji akan memenuhi
permintaanmu, selama kami mampu.”
“Ayah… Ibu… saya tidak ingin tinggal lagi di
kuburan”
“Apa? Apa maksud permintaanmu itu, Nak?”
“Ayah sudah berjanji akan mengabulkan
permintaanku,
dan hanya itu permohonanku, Yah.”
“Iya, Nak. Ayah sudah berjanji… tapi… tapi… Ayah
tidak mengerti, Nak.”
“Ayah, sudah 17 tahun saya tinggal di sini, tapi
tidak seharipun saya mendengar Ayah atau Ibu
membaca Al-Quran.
Sedangkan Rasulullah pernah mengatakan
bahwa rumah yang tidak pernah dibacakan Al-
Quran di dalamnya adalah seperti kuburan.
Saya tidak ingin tinggal lagi di kuburan, Yah.”“
”Ayah dan Ibu sang pemuda terdiam.
“Ayah dan Ibu bahkan tidak pernah mengajariku
bagaimana membaca Al-Quran.
Memang rumah ini mewah, besar dan orang-orang
melihatnya sebagai istana.
Tapi mereka tidak tahu, bahwa di mata Rasulullah,
rumah ini seperti kuburan.
Jika Ayah dan Ibu mau menepati janji
mengabulkan permintaanku, tolong Yah..
Aku tidak ingin lagi tinggal di kuburan.
Ajarilah aku membaca Al-Quran, agar rumah ini
bercahaya dengan cahaya Al-Quran.
”Renungan Di manakah kalian selama ini makan,
minum, tidur dan menetap? di rumahkah? di kos
kah? di kontrakan kah? atau kah di kuburan?
karena Rasulullah mengibaratkan rumah yang
tidak pernah dibacakan Al-Quran di dalamnya,
seperti kuburan..
Jadi, di manakah sebenarnya kalian tinggal saat
ini?
Jika menurut kalian, artikel ini bermanfaat.
Silakan di-share untuk teman Anda,
sahabat Anda, keluarga Anda, atau bahkan orang
yang tidak Anda kenal sekalipun.
Jika mereka tergerak hatinya untuk menghidupkan
Al-Quran di tempat tinggalnya setelah membaca
artikel yang Anda share, maka
Semoga Anda juga mendapatkan balasan pahala
yang berlimpah dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
Aamiin
Tuesday, 1 April 2014
Air Mata Rasulluloh SAW
Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang demam," kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.
Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?" "Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya," tutur Fatimah lembut.
Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bagian demi bagian wajah anaknya itu hendak dikenang. "Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut," kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya.
Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini. "Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?" Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. "Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu.
Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.
"Engkau tidak senang mendengar kabar ini?" Tanya Jibril lagi. "Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?" "Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: 'Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya," kata Jibril.
Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. "Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini."
Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. "Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu. "Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi. "Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku. "Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.
Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya. "Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku - peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu." Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. "Ummatii, ummatii, ummatiii?" - "Umatku, umatku, umatku"
Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu. Kini, mampukah kita mencintai sepertinya? Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik wa salim 'alaihi.