Saturday, 4 June 2011

The Apple Never Fall Far from The Tree or Buah Apel Jatuh Tidak Jauh dari Pohonnya


Buah apel jatuh tak jauh dari pohonnya.Ya, mungkin pepatah itu benar, mungkin juga salah. Tak selamanya sebuah filosofi hidup itu serasi dengan kehidupan, tak selamanya filosofi itu benar, tak selamanya mendung akan terjadi hujan. Peribahasa "Buah apel jatuh tak jauh dari pohonnya mengandung arti bahwa sifat, perilaku, nasib, perawakan tubuh seorang anak itu tak jauh berbeda ( mirip ) dengan apa yang dipunyai kedua orang tuanya. Karena setiap kejadian di dunia ini adalah tidak mutlak ? Apa yang tidak mungkin terjadi di dunia ini jika Alloh SWT berkehendak ?
Banyak sekali contoh – contoh dalam sejarah kehidupan manusia yang menceritakan bahwa seseorang dapat sama atau hampir sama dengan orang tuanya atau sangat bertolak belakang dengan orangtuanya baik dalam sikap,dalam nasib, dalam kecerdasan, dalam hobi, dalam ekonomi, dan lain- lain .Hal itu menurut saya sangat erat kaitannya dengan takdir dan usaha seseorang.
Kita ambilkan beberapa contoh bahwa sesorang dapat menyamai sifat atau apapun yang di miliki oleh orang tuanya. Misalkan dalam bidang politik ,baik dalam percaturan politik nasional maupun internasional. Contoh di Amerika Serikat, George Wolker Bush menuruni sikap orangtuanya yaitu Wolker Bush baik dalam gaya kepemimpinan, dalam nasib serta keberaniannya dalam mengambil keputusan seperti ketika memutuskan perang Irak maupun invasi Amerika terhadap Afganistan tahun 2002.
Di India, Indira Gandhi menuruni gaya kepemimpinan ayahnya yaitu Mahatma Gandhi, dan di Indonesia Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri juga mendapatkan turunan gaya kepemimpinan dari ayahnya Ir.Soekarno dan ada lagi fenomena buah apel jatuh tak jauh dari pohonnya banyak terjadi ketika pemilu 2009 di Indonesia yang telah lalu.Begitu banyak anak-anak pejabat yang mencalonkan diri menjadi anggota legislatif diantaranya Puan Maharani putrinya Megawati Soekarnoputri, Edhi Baskoro Yudhoyono anaknya Susilo bambang Yudhoyono Presiden RI sekarang, anaknya Akbar Tanjung menjadi caleg( calon legislative ) dari partai Golkar, Anak KH Zainuddin MZ menjadi caleg di partai PPP dan masih banyak lagi yang tidak saya sebutkan . Dan itulah sebagian kecil contoh-contoh "buah apel jatuh tak jauh dari pohonnya" dalam bidang poitik
.
Kita beralih ke Bidang Seni dan Kebudayaan, banyak sekali penyanyi-penyanyi yang menjadi penyanyi terkenal karena dorongan serta turunan bakat dari orang tuanya. Misalkan Gita Gutawa, yang cukup sukses menjadi penyanyi karena bakat turunan dari ayahnya yaitu Erwin Gutawa seorang pemandu orcestra yang melatihnya, The Lucky Laki lahir karena peran ayahnya Ahmad Dhani. Ridho Rhoma dapat terkenal juga mungkin menuruni darah seni ayahnya sang raja Dangdut Rhoma Irama. Di bidang Seni Peran ada Marcella Zalianty yang mewarisi darah keartisannya dari ibunya, Shiren Sungkar juga mewarisi darah keartisan dari kedua orang tuanya dan masih banyak lagi.
Di bidang Olahraga banyak sekali atlet – atlet muda yang menuruni bakat kedua orang tuanya. Seorang guru, dokter, arsitek, pedagang, wirausahawan, PNS, dan lain – lainnya biasanya menginginkan anaknya menjadi seperti dirinya ( orangtuanya )
.
Dan realitanya banyak sekali anak-anak yang mengikuti kebiasaaan, tingkah laku serta perbuatan yang dilakukan orangtuanya.Baik dalam kebaikan dan kejelekan yang dilakukan kedua orang tuanya. Karena dalam pendidikan usia dini, lingkungan keluarga dan orang tuanya adalah salah satu pembentuk karakter kepribadian anak. Karena anak mempelajari segalanya mulai dari rumah.Orang tuanyalah yang sangat besar pengaruhnya dalam pembentukan karakter seorang anak. Bahkan Nabi Muhammad SAW bersabda : Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (suci ), kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Nasrani, Majusi atau Yahudi. Hadis tersebut dapat ditafsirkan bahwa seorang anak pada dasarnya mempunyai potensi yang sama untuk maju, untuk berkembang , untuk menjadi baik, dan untuk sukses. Tetapi maju atau suksesnya seorang anak dalam menjalani hidup sangat tergantung oleh pengarahan dan pengaruh dari kedua orang tuanya. Seorang anak sangat tergantung bagaimana orang tuanya bersikap, berpikir dan melakukan sesuatu. Oleh karena itu, tanamkanlah nilai-nilai positif  sejak usia dini, berilah contoh yang baik kepada anak – anak kita agar mereka tumbuh dalam kebaikan, agar anak-anak dapat berpandangan maju, lebih maju dari kedua orang tua mereka. Faktor Genetika  juga sangat berpengaruh dalam psikologis anak, dalam kecerdasan emosi, dalam intelegensi dan spiritual seorang anak.
Pendapat saya yang kedua adalah buah apel dapat juga jatuh jauh bahkan sangat jauh dari pohonnya. Karena apa ? Karena sang pemilik pohon kurang control sehingga buah apel dimakan kelelawar atau burung dan buah tersebut jatuh jauh bahkan sangat jauh dari pohonnya. Hal ini dapat dianalogikan bahwa sikap, nasib seorang anak dapat berbeda dan sangat kontras dari kehidupan orang tuanya.
Ketika saya melihat acara di televisi yaitu sebuah reality show Kick Andy di Metro TV yang menuturkan perjalanan  seorang Andi Mallaranggeng yang sudah tidak mempunyai ayah sejak duduk di bangku SD, dan sekarang menjadi orang yang terkenal tanpa adanya contoh serta bimbingan dari pohonnya yaitu ayahnya. Tukul Arwana anak seorang tukang jahit dapat menjadi artis terkenal tanpa membawa embel-embel nama ayahnya. Barack Obama lebih dahsyat, dia menjadi Presiden kulit hitam pertama di Amerika Serikat dan gaya kepemimpinan dia temukan sendiri tanpa sosok ayahnya. Nabi Ibrahim AS mempunyai ayah yang  menyembah berhala bernama Azar, tetapi dengan hidayah Alloh SWT,  Nabi Ibrahim menemukan Tuhan yang wajib disembah dengan banyak perenungan bahkan diangkat menjadi Nabi dan Rasul oleh Allloh SWT. Personel Band Peter Pan seperi Ariel, Uki , Andhika, Lukman menjadi musisi tanpa membawa nama besar kedua orang tua mereka. Apakah mereka mempunyai ayah seorang musisi? JAWABNYA TIDAK………..
Kan'an anak dari Nabi Nuh AS pun sangat kontras perilakunya dengan ayahnya yang sangat patuh terhadap perintah Alloh Swt, Kan'an bahkan menantang Alloh SWT dan ayahnya dengan berkata akan menyelamatkan diri dari air bah di tempat yang tinggi. Banyak anak pemuka agama yang anaknya tidak menuruni kesalehan orang tuanya, banyak anak guru yang tidak pandai dan cerdas da;lam berfikir, banyak anak seorang yang kurang kaya masa kanak- kanaknya ketika dewasa menjadi kaya. Banyak anak yang ketika kecil miskin tetapi ketika dewasa menjadi orang kaya. Banyak anak yang kedua orang tuanya sukses tetapi anaknya hancur, menjadi pemakai narkoba dan tidak berprestasi.Banyak sekali anaknya pejabat tetapi anaknya masuk penjara karena menghirup naarkotika
.
Dan masih banyak sekali orang-orang besar yang lahir tanpa background orangtuanya yang berkecukupan dan berada. Presiden kedua Indonesia bapak Soeharto mampu memerintah Indonesia selama 32 tahun  padahal ayahnya adalah seorang petani.
Seorang anak secara fisik lebih dekat kepada kedua orang tuanya .Misalkan kedua orang tuanya tinggi kemungkinan anaknya juga tinggi, jika orangtuanya pendek kemungkinan anaknya juga pendek, Jika kedua orang tuanya  berhidung mancung anaknya mungkin  berhidung mancung juga, jika anaknya pandai mungkin juga menuruni kepandaian kedua orang tuanya, jika kedua orangtuanya gendut ( obesitas ) kemungkinan anaknya juga obesitas, jika orang tuanya hitam kulitnya kemungkinan anaknya juga hitam warna kulitnya, jka orangtuanya berambut lurus kemungkinan anaknya juga lurus, jika orangtuanya berambut kribo anaknya kemungkinan juga sama. Karena sekali lagi factor biologis dan genetika sangat berpengaruh terhadap seorang anak.
Seorang anak bersifat sama, hampir sama, ataupun jauh berbeda dari orang tuanya bukanlah nilai mutlak, dalam artian bahwa seoarang anak dapat sama ataupun tidak sama dengan kedua orang tuanya.Seorang anak mirip ataupun kontras dengan orang tuanya.
Lalu apakah yang mampu menjadikan sifat, nasib sebuah apel itu jatuh jauh atau dekat dari pohonnya, dari indukannya ? Menurut saya banyak factor yang mampu membentuk karakter , sifat, ukuran tubuh dan lain-lain seorang anak mirip atupun berbeda dengan orang tuanya ??
Yang pertama dalam hal sifat
.
Seorang anak  sangat dipengaruhi sifat kedua orang tuanya. Hal itu sangatlah pantas karena pendidikan paling fundamental adalah keluarga, segala sikap, perilaku dan attitude seorang anak sangat dipengaruhi oleh keluarganya karena  apa ? karena selama 5-6 tahun masa usia awal seorang anak dijalani di dalam kehidupan keluarga
.
Yang kedua dalam hal bakat.
Orang tua yang baik adalah yang mau membantu mencarikan bakat dan keahlian apa yang diminati oleh anaknya . semakin cepat seorang anak menemukan bakat dan kemampuan semakin mudah si anak dalam menemukan kehidupannya. Bakat adalah sesuatu yang harus dicari dan diasah setiap saat.

Yang ketiga dalam hal fisik, memang tinggi tubuh, berat tubuh seorang anak sangat tergantung pola hidup dan pemenuhan gizi dari  kedua orang tuanya .Karena fisik yang baik biasanya ditunjang oleh gizi yang baik pula. Tetapi, saya sering menjumpai ada seorang anak yang bertubuh jangkung tetapi ketika saya lihat ayahnya tubuhnya tidak jangkung. Karena di zaman sekarang banyak sekali multivitamin, lemak, kalsium yang mampu membuat seorang mempunyai tubuh yang diidamkan tanpa memperhatikan fisik orangtuanya
.
Yang keempat dalam hal nasib
Hidup memang mengalir bagaikan air, tetapi bukan berarti kita tidak dapat keluar dalam aliran hidup. Karena sebenarnya kita mempunyai keputusan sendiri untuk mengikuti aliran hidup yaitu apakah tetap berada di sebuah tempat ataukah mengikuti arus atau melawan arus kehidupan. Alloh SWT telah berfirman : " Alloh tidak merubah keadaan ( nasib ) seseorang sampai orang itu yang merubah sendiri" Hal ini dapat diartikan jika kita mau merubah nasib kita kitalah yang harus meruabh nasib kita bukan orangtua kita,bukan orang lain.Jangan sampai kita patah semangat karena orang tua kita yang kurang harta, kurang kaya, atau kurang rupawan. Karena semuanya dapat diusahakan.. Kita harus tetap berusaha menjadi yang baik dan terus menjadi yang terbaik, Karena dunia telah membuktikan bahwa banyak sekali seorang dapat sukses tanpa bantuan orang tuanya, seorang anak dapat terkenal karena bakat yang dimiliki. Jadi siapapun anda, tetaplah berusaha, selagi keteguhan hati masih ada, selagi matahari masih menyinari bumi, selagi angin masih berhembus, Jadilah diri sendiri. Ambilah sisi-sisi positif dari kedua orang tua anda, buanglah contoh-contoh yang buruk dari orang tua, Contohlah kearifan orang tua, contohlah budi pekerti yang baik dari orang tua anda, contohlah kebaikan orang tua anda. Insya Alloh, Alloh SWT akan merubah nasib kita jika kita berusaha sendiri. Tetaplah berdoa bagi kebahagiaan kedua orang tua anda.Buah apel jatuh tak jauh dari pohonnya akan menghampiri Anda

Sebagai “Closing Statement “ Marilah kita berdoa untuk kedua orang tua kita, karena merekalah kita dapat terlahir di dunia “ Allohumaghfirli dzunubi waliwalidayya warhamhuma kamaa robbayanii soghiroo” Artinya : Ya Alloh ampunilah aku dan Kedua orang tua dan sayangilah mereka sebagimana mereka menyayangiku ketika aku kecil.

Good bye....Wassalam..
Written by Sukron Munawar
Jakarta, 2 Juni 2011.

Saturday, 19 March 2011

Sad Ending ( Trip by Train from Kebumen, Central Java to Senin, Central Jakarta )

Dear All, Selamat siang semua...

Menyedihkan , Ironis dan ironisssssssssss sekali ( maaf lebay alias berlebihan ) perjalananku menggunakan ular besi ( kereta api coy ) yang dimiliki oleh PT Kereta Api. Dari Kebumen menyusuri Cilacap, Purwokerto, Brebes, Cirebon sampai Senin , Jakarta Pusat dan sangat menyedihkan. Mengapa ironis dan  menyedihkan kawan ? Do you know about it ?
Yach begini ceritanya. Di Negeri yang dibilang Gemah Ripah Loh Jinawi. Yang rakyatnya begitu makmur, Yang katanya pulaunya mencapai 17.000 lebih dan memiliki luas lebih dari 1 juta kilometer persegi. Masih banyak masyarkat yang tinggal di rumah bedeng di samping rel kereta api yang kondisinya sungguh..sungguh dan sangat. sangat tidak layak. It's very ironis. Mengapa lagi-lagi saya katakan ironis ?. Lahan samping rel kereta api dari Kebumen sampai Karawang dan Cikampek kondisinya sungguh luar biasa, tanah kosong yang masih luas, pemandangan indah, petani bawang di Brebes bersuka ria dan terlihat bahagia. tetapi keadaan berbanding 180 derajat ketika anda sampai di Samping Stasiun Senin. Ketika anda lihat di Jawa Tengah dan Jawa Barat rumah-rumah begitu anggun dan sangat layak huni tetapi saudara-saudara kita di Senin menggunakan tembok pembatas rel kereta sebagai rumah . Rumahnya pun menggunakan kardus, kantung beras bekas. Astaghfirullahaladzim. ( Maafkan hamba-Mu Ya Alloh yang hanya bisa kasihan kepada mereka yang Papa ). Saya tidak tega melihat anak-anak kecil disamping rel kereta itu makan ditemani debu-debu ibukota yang ganas. Panasnya terik matahari ibukotapun tak mereka hiraukan. Asal perut kenyang mereka sudah cukup bahagia, Bandingkan dengan rumah mewah anggota DPR yang terhormat yang dana renovasi rumah dinasnya saja menelan dana lebih dari setengah miliar. mengapa dana renovasi itu tidak dialokasikan saja buat fakir miskin ? ( Tanya Kenapa ), bukankah warga emper kerta api itu ikut memilih mereka yang duduk di Senayan ? Inilah kontradiksi realita sosial antara rakyat versus penguasa. Ibarat pepatah, Gajah berperang sama gajah , pelanduk mati di tengah-tengah. Penguasa berlomba-lomba memperkaya diri namun rakyat tergilas oleh banyaknya pajak dan retribusi serta imbas inflasi.
Saya jadi teringat pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegraan ( PPKN atau yang sekarang terkena PMP ). Saya dulu ingat guru saya sering menanyakan pasal-pasal dalam UUD 1945. Pasal 34 berbunyi : Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh Negara. Saya mempertanyakan apakah Pasal itu telah diamandemekan oleh DPR atau masih ada yach ? kalo masih ada kenapa masih banyak Fakir Miskin di Ibukota yang tinggal di samping rel kereta api yang rumahnya sangat tidak layak. Wallohua'lam bissowab. Semoga pandangan dan tulisan saya dapat di baca oleh Pemerintah agar mereka lebih peka kepada rakyatnya. karena Pemerintah tanpa rakyat tak ada gunanya . Semoga Pasal 34 UUD 1945 dapat diimplementasikan dengan baik.agar tidak ada lagi kaum fakir miskin di Jakarta dan diseluruh Indonesia.......Amiin

Saturday, 13 November 2010

Kenapa Indonesia ngga maju-maju..?

Assalamualikum wr wb...

Syukur Alhamdulilah , Marilah kita panjatkan kepada Alloh SWT karena dengan rahmat-Nya kita malam ini bisa on-line di Internet dengan bahagia. Sholawat dan salam senantiasa kita haturkan kepada Baginda Nabiyulloh Muhammad SAW.
Malam ini, saya ingin mengulas sebuah pemikiran saya tentang negara kita tercinta, Indonesia Raya. Yang saya pertanyakan dalam pikiran saya, Mengapa ketika China, India, Brasil mulai menunjukan perbaikan-perbaikan kondisi Negaranya, Kita Indonesia seperti masih merasa mimpi untuk menjadi negara maju. Why ? Apa suich yang terjadi...?
Masih ingatkan pelajaran tentang organ yang membentuk manusia...? Didalamnya banyak yang namanya sistem..?
Suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu. Ya itulah pengertian sistem..
Sistem yang ada di indonesia hampir semuanya kurang bagus. Baik itu sistem pendidikannya, keuangannya, sistem hukumnya dan lain-lain..
Sistem hukum dalam negara kita ibaratkan seperti sistem pencernaan manusia. Apabila ia sakit(sistem hukum ).maka tubuh ( negara )pun akan goyah..Jadi Win-win Solution -nya agar negara kita baik mari kita perbaiki sistem yang ada. Semua sistem agar virus-virus seperti korupsi, kemiskinan dan lain-lain tidak hinggap dan menggerogoti negara kita. Doakan agar Negara kita disayang oleh Alloh SWT menjadi Baldatun Toyyibatu Warobbun Ghofur..Amin Ya Robbal alamin..

Created by Sukron Munawar
Universitas Muhammadiyah Jakarta

Friday, 5 November 2010

Menumbuhkan semangat improvement diri sendiri


Dear All.....
malam ini aku ingin membicarakan sesuatu hal yang sebenarnya Nabi Muhammad SAW telah menyuruh kita dalam sabdanya 14 abad yang lalu. Ya .....semangat meng-improve diri, memperbaiki diri dari pribadi yang buruk menjadi pribadi yang baik, menjadi orang yang sukses dari sebelumnya orang yang gagal, menjadi orang yang berilmu yang tadinya 'maaf' tidak berilmu, mengimprove diri dari yang tadinya miskin menjadi orang yang berkecukupan.

Tahukah kamu sabda Nabi yang mana yang menyuruh kita memperbaiki dii menjadi orang yang lebih baik ?
yaitu intinya : Bahwa orang yang rugi adalah orang yang tidak lebih baik dari hari kemarin bahkan hari ini sama dengan hari kemarin "
Saya salut dengan orang-orang Jepang yang selalu konsisten memperbiki diri, mengimprove diri ya walaupun hanya batasan pencapaian dunia.Tetapi setidaknya mereka semangat memperbaiki diri.
Indonesia seharusnya berkaca kepada bangsa Jepang, setelah Jepang kalah dari Sekutu akibat bom di Hiroshima dan Nagasaki ,namun dapat membangun negerinya kembali bahkan kembali mengekspansi seluruh dunia lewat produk otomotifnya. For Example : siapa see yang ga punya pelet jepang ( motor maksud saya ).
Indonesia juga harus berkaca pada China. Kata Nabi SAW : tuntutlah ilmu sampai negeri China. Sejujurnya saya terkesan dengan kemajuan China. Mereka Mampu mengimprove diri menjadi negara Adikuasa baru setelah mengalahkan Amerika Serikat dengan membabat habis yang namanya Korupsi, ya kita tahu bahwa korupsi and hidup enak adalah gaya kepemimpinan negeri Indonesa.
Okelah kalau mengandalkan Negara untuk kemajuan kita, rasanya nggak mungkin dech. Menurut saya, win-win solution-nya adalah kita semua rakyat Indonesia mengadakan perbaikan Nasional, improvement nasional agar kehidupan warga Indonesia lebih baik. Lebih makmur dan menjadi baldatun toyyibatun warrobun Ghofur.

Monday, 1 November 2010

Gerakan Taubat & Dzikir Nasional

Dear all my friend & masyarakat di Indonesia di manapun anda berada.

Inmnalilahiwainnailaihirojiuun..kata itulah yang seharusnya kita ucapkan ketika mendengar dan melihat bencana seperti Gempa dan Tsunami di Mentawai dan Gunung Merapi yang meletus tanggal 26 Oktober 2010 Lalu. Ya Sesungguhnya kita itu milik Alloh dan hanya kepada-Nya Kita kembali. Ya...Alloh sedang memperlihatkan kepada kita bagaimana kebesaran-Nya yang telah kita lalaikan selama ini. Kita lebih suka mendendangkan lagu setiap waktu daripada tilawatil Qur'an ( membaca Al-Qur'an ) dan berdzikir kepadanya. Kita lebih suka tertawa cekikikan di depan TV sambil nonton lawakan daripada dzikrul maut sambil memikirkan seberapa besar kesalahan dan dosa yang kita buat. Sesungguhnya di balik kematian saudara kita di sekitar Merapi, di Mentawai, di Wasior dan lain-lain ada sebuah pesan kepada kita yang masih hidup untuk menjauhi kemaksiatan, menjauhi kemungkaran, peduli dan empati kepada sesama, tidak pelit dan masih banyak yang lainnya. Bencana ini juga sebagai pengingat bagi para Pejabat pemerintah yang suka korupsi dan melalaikan rakyat dan tanggung jawabnya. Ingat bahwa Indonesia memiliki 10 lebih gunung yang dinyatakan Waspada, Ada Gunung Anak Krakatau, Papandayan, Semeru, Bromo, Selamet dan lain-lain. Ingat bahwa Indonesia adalah negara yang berdiri di atas Cincin api, diantara 3 lempengan bumi yang terus bergerak dan menimbulkan gempa. Jadi namanya bencana dapat datang kapan saja. Pernahkah anda terbayang bila kesemua gunung itu meletus bersamaan ?.
Oleh karena itu , marilah kita Back to Alloh, Kembali kepada Alloh karena Alloh-lah yang berkehendak atas segala sesuatu.

Mari kita beristighfar kepada-Nya
Mari kita memohon ampun kepada-Nya.
Mari kita jauhi larangan-Nya
Jauhi maksiat, Laksanakan perintah-Nya.
Marilah rakyat Indonesia kita bertaubat bersama-sama.
Semoga Alloh melindungi kita semua dari bencana.
Semoga Alloh menyayangi kita semua
Pray for Indonesia
Jauhi maksiat..sekarang juga...Please.......
agar bumi Indonesia menjadi Baldatun toyyibatun Warrobun Ghofur
gemah ripah loh jinawai. katah lan barokah rejekine....

( By Sukron Munawar @ Tanjung Priok , Nort Jakarta. )

Sunday, 31 October 2010

Kisah tukang cukur yang tak percaya adanya Tuhan

Ada seorang laki-laki, sebut saja Steve, datang ke sebuah

salon untuk memotong rambut dan jenggotnya. Ia pun memulai pembicaraan

yang hangat dengan tukang cukur yang melayaninya.

Berbagai macam topik pun akhirnya jadi pilihan,

hingga akhirnya Tuhan jadi subyek pembicaraan.

"Hai Tuan, saya ini tidak percaya kalau Tuhan itu ada seperti

yang anda katakan tadi," ujar si tukang cukur.

Mendengar ungkapan itu, Steve terkejut dan bertanya,

"Mengapa anda berkata demikian?"

"Mudah saja, anda tinggal menengok ke luar jendela itu dan sadarlah bahwa

Tuhan itu memang tidak ada. Tolong jelaskan pada saya, jika Tuhan itu ada,

mengapa banyak orang yang sakit? mengapa banyak anak yang terlantar? jika

Tuhan itu ada, tentu tidak ada sakit dan penderitaan. Tuhan apa yang

mengijinkan semua itu terjadi..." ungkapnya dengan nada yang tinggi.

Steve pun berpikir tentang apa yang baru saja dikatakan sang

tukang cukur. Namun, ia sama sekali tidak memberi respon

agar argumen tersebut tidak lebih meluas lagi.

Ketika sang tukang cukur selesai melakukan pekerjaannya, Steve pun

berjalan keluar dari salon. Baru beberapa langkah, ia berpapasan dengan seorang

laki-laki berambut panjang dan jenggotnya pun lebat. Sepertinya ia sudah

lama tidak pergi ke tukang cukur dan itu membuatnya terlihat tidak rapi.

Steve kembali masuk ke dalam salon dan kemudian berkata

pada sang tukang cukur, "Tukang cukur itu tidak ada!"...

Sang tukang cukur pun terkejut dengan perkataan Steve tersebut.

"Bagaimana mungkin mereka tidak ada? Buktinya adalah saya. Saya

ada di sini dan saya adalah seorang tukang cukur," sanggahnya.

Steve kembali berkata tegas, "Tidak, mereka tidak ada. kalau mereka

ada, tidak mungkin ada orang yang berambut panjang dan berjenggot

lebat seperti contohnya pria di luar itu."

"Ah, anda bisa saja... Tukang cukur itu selalu ada di mana-mana.

Yang terjadi pada pria itu adalah bahwa dia tidak mau datang

ke salon saya untuk dicukur," jawabnya tenang sambil tersenyum.

"Tepat!" tegas Steve. "Itulah poinnya. Tuhan itu ada. Yang terjadi

pada umat manusia itu adalah karena mereka tidak mau datang

mencari dan menemui-Nya. Itulah sebabnya mengapa tampak

begitu banyak penderitaan di seluruh dunia ini..." [RPD]

Kalau anda menyukai kisah ini, kirimkan pada yang lain. Kalau anda juga

berpikir sama seperti sang tukang cukur, abaikan saja kisah ini. [RPD]

Kisah 1000 Hari Sabtu


Makin tua, aku makin menikmati Sabtu pagi. Mungkin karena adanya keheningan sunyi senyap sebab aku yang pertama bangun pagi, atau mungkin juga karena tak terkira gembiraku sebab tak usah masuk kerja. Apapun alasannya, beberapa jam pertama Sabtu pagi amat menyenangkan.

Beberapa minggu yang lalu, aku agak memaksa diriku ke dapur dengan membawa secangkir kopi hangat di satu tangan dan koran pagi itu di tangan lainnya. Apa yang biasa saya lakukan di Sabtu pagi, berubah menjadi saat yang

tak terlupakan dalam hidup ini.

Begini kisahnya.

Aku keraskan suara radioku untuk mendengarkan suatu acara Bincang-bincang Sabtu Pagi. Aku dengar seseorang agak tua dengan suara emasnya. Ia sedang berbicara mengenai seribu kelereng kepada seseorang di telpon yang bernama "Tom".

Aku tergelitik dan duduk ingin mendengarkan apa obrolannya.

"Dengar Tom, kedengarannya kau memang sibuk dengan pekerjaanmu. Aku yakin mereka menggajimu cukup banyak, tapi kan sangat sayang sekali kau harus meninggalkan rumah dan keluargamu terlalu sering. Sulit kupercaya kok ada anak muda yang merasa berpendidikan dan berprestasi kok harus bekerja 60 atau 70 jam seminggunya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Tom kau harus mendefinisikan tujuan hidupmu kembali . Untuk menonton pertunjukan tarian putrimu pun kau tak sempat. Meluangkan sedikit waktu untuk kesenangan pribadi atau hobimu kau tak sempat ".

Ia melanjutkan :

"Biar kuceritakan ini, Tom, ada sesuatu yang membantuku mengatur dan menjaga prioritas apa yang harus kulakukan dalam hidupku".

Lalu mulailah ia menerangkan teori "seribu kelereng" nya.

"Begini Tom, suatu hari aku duduk-duduk dan mulai berhitung sederhana , perhitungan yang aku yakin dapat dilakukan oleh siapapun, termasuk mereka yang kemampuan intelektualnya dibawah rata-rata kita . Kan umumnya orang rata-rata hidup 75 tahun. Ya aku tahu, ada yang lebih dan ada yang kurang, tapi secara rata-rata umumnya kan sekitar 75 tahun. Lalu, aku kalikan 75 ini dengan 52 dan mendapatkan angka 3900 yang merupakan jumlah semua hari Sabtu yang rata-rata dimiliki seseorang selama hidupnya. Sekarang perhatikan benar-benar Tom, aku mau beranjak ke hal yang lebih penting".

"Tahu tidak, setelah aku berumur 55 tahun, baru terpikir olehku semua detail ini", sambungnya, "dan pada saat itu aku kan sudah melewatkan 2860 hari Sabtu. Aku terbiasa memikirkan, andaikata aku bisa hidup sampai 75 tahun, maka buatku cuma tersisa sekitar 1000 hari Sabtu yang masih bisa kunikmati".

"Lalu aku pergi ketoko mainan dan membeli tiap butir kelereng yang ada. Aku butuh mengunjungi tiga toko, baru bisa mendapatkan 1000 kelereng itu. Kubawa pulang, kumasukkan dalam sebuah kotak plastik bening besar yang kuletakkan di tempat kerjaku, di samping radio. Setiap Sabtu sejak itu, aku selalu ambil sebutir kelereng.

“Secara diam diam , kadang aku buang dirumah karena hari itu aku seharian ada dirumah menghabiskan bersama istri dan anak-anak tercinta.”

“Terkadang aku buang dihalaman rumah orang tuaku, mertuaku atau saudaraku , hari itu banyak waktu aku gunakan untuk mengunjungi keluarga ku ataupun keluarga istriku.”

“Kadang pula aku buang di rumah temanku”

“Yang lebih sering aku lakukan adalah membuangya ditemapat-tempat dimana aku sekeluarga dapat menghayati dan menikmati apa arti dan tujuan hidup ini”

“Ada 2 hal yang paling menyentuh hati ku soal ini .Pertama, sesekali aku tinggalkan kelereng ditempat biasa aku ibadah dan aku merasa bahwa sudah banyak kelerengku yang aku bagi secara tidak adil dimasa mudaku”

“Yang kedua saat aku harus menyimpan kelereng dalam saku-ku, karena saat itu aku harus kembali kerja di hari Sabtu. Pertanyaan dalam hatiku , kenapa mesti hali ini masih harus aku lakukan lagi?”

"Aku mengawasi kelereng-kelereng dalam kotak plastik itu berkurang satu persatu, aku lebih memfokuskan diri pada hal-hal yang betul-betul penting dalam hidupku.

“Tom, sungguh tak ada yang lebih berharga daripada mengamati waktumu di dunia ini menghilang dan berkurang, untuk menolongmu membenahi dan meluruskan segala prioritas hidupmu".

"Sekarang aku ingin memberikan pesan terakhir sebelum kuputuskan teleponmu dan mengajak keluar istriku tersayang untuk sarapan pagi. Pagi ini, kelereng terakhirku telah kuambil, kukeluarkan dari kotaknya. Aku befikir, kalau aku sampai bertahan hingga Sabtu yang akan datang, maka Allah telah meberi aku dengan sedikit waktu tambahan ekstra untuk kuhabiskan dengan orang-orang yang kusayangi".

"Senang sekali bisa berbicara denganmu, Tom. Aku harap kau bisa melewatkan lebih banyak waktu dengan orang-orang yang kau kasihi, dan aku berharap suatu saat bisa berjumpa denganmu. Selamat pagi!"

Saat dia berhenti, begitu sunyi hening, hembusan nafaspun akan bisa terdengar! Untuk sejenak, bahkan moderator acara itupun membisu. Mungkin ia mau memberi para pendengarnya, kesempatan untuk memikirkan segalanya.

Sebenarnya aku sudah merencanakan mau bekerja pagi itu, tetapi aku ganti acara, aku naik ke atas dan membangunkan istriku dengan sebuah kecupan.

"Ayo sayang, kuajak kau dan anak-anak ke luar, pergi sarapan".

"Lho, ada apa ini...?", tanyanya tersenyum.

"Ah, tidak ada apa-apa, tidak ada yang spesial", jawabku, "Kan sudah cukup lama kita tidak melewatkan hari Sabtu dengan anak-anak ? Oh ya, nanti kita berhenti juga di toko mainan ya? Aku butuh beli kelereng."

HAVE A GREAT WEEKEND AND MAY ALL SATURDAYS BE SPECIAL AND MAY YOU HAVE

MANY

HAPPY YEARS AFTER YOU LOSE ALL YOUR MARBLES.

Shared by Fr. Rick of Kingston, NY